Jauh sudah kurasakan hampa
berdiri tanpa kesadaran hati
berlari hanya dengan mengandalkan emosi belaka
semua alasan hanya bertujuan untuk mencari jati diri
duhai suara hati....kelam telah kutelan habis di masa lalu
dengan perlahan kulakukan perlawanan hanya untuk mencari keseimbangan.
rasa seperti sedang menguntai cerita
mengukir kebahagiaan yang terimajinasikan indah
tapi tak sedikit goresan kegelisahan pun tampak jelas dia artikan
sulit memang kujalani semua ini.
tanpa ada pelita yang ikut tersenyum melihat perjuanganku
merunduk,merangkak,lalu sesekali terjatuh.
DERITA...
andaikan dulu aku tau kau itu siapa.
aku takan pernah ingin menolakmu untuk berteman mengisi hidupku.
banyak orang di luar sana yang ku tau enggan bersentuhan dengan mu,
atau mungkin juga mereka telah bosan dengan keadaan mu yang menyebalkan itu??
tapi tidak dengan ku saat ini,aku akan selalu menerimamu sebagai sahabat karibku.
karena kuyakin engkau adalah sesuatu yang mampu menyadarkanku,
bahwa tuhan telah menyediakan bahagia setelah mu untuk hidupku.


